Pengenalan Koding dan Berfikir Komputasional untuk Guru SMP N 7 Pagar Alam

Penulis

  • Efan Institut Teknologi Pagar Alam Penulis

Kata Kunci:

Pengabdian Kepada Masyarakat, Koding, Berpikir Komputasional, Guru SMP, Literasi Digital

Abstrak

Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk memiliki kompetensi abad ke-21, salah satunya melalui penguasaan koding dan berpikir komputasional. Namun, masih banyak guru tingkat Sekolah Menengah Pertama yang belum memiliki pemahaman dan keterampilan dasar dalam kedua aspek tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan konsep koding dan berpikir komputasional kepada guru SMP Negeri 7 Pagar Alam sebagai upaya peningkatan kompetensi profesional dan kesiapan dalam pembelajaran berbasis digital. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi konsep, pelatihan praktik menggunakan platform koding visual, diskusi terarah, serta pendampingan penerapan berpikir komputasional dalam pembelajaran. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, angket respons peserta, dan penilaian pemahaman sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep dasar koding dan berpikir komputasional, serta meningkatnya motivasi guru untuk mengintegrasikan keterampilan tersebut ke dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam memperkuat literasi digital guru dan mendukung transformasi pembelajaran di SMP Negeri 7 Pagar Alam. Dengan demikian, program pengenalan koding dan berpikir komputasional dinilai efektif sebagai langkah awal dalam pengembangan kompetensi guru menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

[1] Efan, “Implementasi Model Kolaboratif Untuk Pembelajaran Matakuliah Pemrograman Berorientasi Objek (PPM).pdf,” Abditek, vol. 1, no. 02, hlm. 14–26, Agu 2023.

[2] A. Arliyana dan H. Riyadli, “Penerapan Rapid Application Development pada Pengembangan Sistem Informasi Penanganan Lahan Gambut Palangka Raya,” Jutisi J. Tek. Sis. Info, vol. 9, no. 2, hlm. 31, Agu 2020, doi: 10.35889/jutisi.v9i2.493.

[3] X. Lai dan G. K. Wong, “Collaborative versus individual problem solving in computational thinking through programming: A meta‐analysis,” Brit J Educational Tech, vol. 53, no. 1, hlm. 150–170, Jan 2022, doi: 10.1111/bjet.13157.

[4] B. Wu, Y. Hu, A. R. Ruis, dan M. Wang, “Analysing computational thinking in collaborative programming: A quantitative ethnography approach,” Computer Assisted Learning, vol. 35, no. 3, hlm. 421–434, Jun 2019, doi: 10.1111/jcal.12348.

[5] E. Efan, K. Krismadinata, C. Boudia, M. Giatman, M. Muskhir, dan H. Maksum, “Development of Collaborative Learning andProgramming (CLP): A Learning Model onObject Oriented Programming Course,” IJMECS, vol. 16, no. 3, hlm. 1–16, Jun 2024, doi: 10.5815/ijmecs.2024.03.01.

[6] Krismadinata, Efan, C. Boudia, J. Jama, dan A. Y. Saputra, “Effect of Collaborative Programming on Students Achievement Learning Object-Oriented Programming Course,” International Journal of Information and Education Technology, vol. 13, no. 5, hlm. 792–800, 2023, doi: 10.18178/ijiet.2023.13.5.1869.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-05